Rabu, 20 Februari 2013

Cinta Ricky Yang Terhadap Kota Pekalongan

Dari Kegiatan Penobatan Atlet Of The Year 2013

MEREKA berjuang melambungkan nama Kota Pekalongan dengan satu dasar yang sama, yaitu cinta Pekalongan. Ricky Yang, atlet blitar yang sudah mendunia tersebut terlihat tengah menceritakan awal dirinya berkecimpung dalam olahraga bola sodok. Ricky mengaku mengenai blitar karena saat muda menjadi pengelola tempat olahraga blitar yang dimiliki oleh orang tuanya di kampung. Kemudian, dirinya juga bercerita bahwa saat ini tengah menjalani Pelatnas untuk Sea Games di Myanmar mendatang. “Saat ini saya tengah berjuang untuk memindahkan pelatnas blitar dari Jakarta ke Kota Pekalongan. karena, berlatih di Kota Pekalongan lebih enak dibandingkan di Jakarta,” tegasnya.

Itulah pernyataan cinta Ricky Yang terhadap Kota Pekalongan. Meskipun sudah melanglang buana hingga ke tingkat internasional. Ricky tetap bersedia untuk kembali dan membela nama Kota Pekalongan dalam berbagai kejuaraan. Pernyataan serupa juga disampaikan atlet binaraga, Tigor Tukiman yang sempat mencicipi kerasnya persaingan Sea Games sebanyak tiga kali. Dirinya mengaku memilih berlabuh di Kota Pekalongan setelah sempat membela berbagai daerah semata – mata karena cinta Pekalongan. Tigor mengaku sudah merasakan kenyamanan ketika pertama kali masuk, dan membela nama Kota Pekalongan dalam berbagai kejuaraan.



Selain itu, semangat membangun oleh pelaku olahraga, serta KONI Kota Pekalongan membuat geliat pembangunan olahraga di Kota Pekalongan berlangsung capat. Dikatakannya, dengan hal itu maka rasa cinta para atlet seakan mendapat sambutan baik. “Buktiny, dulu tempat berlatih binaraga dan angkat berat kondisinya seperti kandang, tapi sekarang sudah diperbaiki. Sehingga menjadi lebih bagus,” tutur Tigor. Tak kalah dengan keduanya yang berasal dari luar daerah, atlet asli Kota Pekalongan juga menyatakan bahwa cintanya kepada tanah kelahirannyalah yang mebuat semangat, dan motivasi para atlet untuk meraih prestasi terus menyala. Seperti dituturkan atlet Tenis Meja, Putri Ayuning Tias. Sebagai tempat kelahirannya. Putri mengaku Kota Pekalongan akan tetap menjadi daerah yang dibelanya dalam kejuaraan olahraga. Meskipun saat ini tengah berada di PPLP Jawa Tengah, dirinya akan selalu bersedia pulang ke Kota Pekalongan jika dibutuhkan.

Hal serupa diamini Yohannes Michael, atlet dansa dengan segudang prestasi tersebut juga mengungkapkan hal yang sama. Banyak tawaran datang untuk pindah daerah, tak membuat dirinya bergeming, dan tetap bertekad membela panji Kota Pekalongan dalam berbagai kejuaraan. “Saya ingin terus berjuang untuk kota kelahiran saya,” ucapannya dalam talk show Atlet Of The Year yang digelar KONI Kota Pekalongan, (17/2). Dalam dialog yang dipandu langsung oleh GM Radar Pekalongan. ade Asep Syarifudin tersebut, memang menyajikan banyak cerita menarik dibalik perjuangan para atlet dalam berprestasi. Rata – rata dari mereka, menyatakan cinta sebagai dasar ingin terus berjuang untuk Kota Pekalongan. Tak hanya menyatakan rasa cintanya, para atlet juga berharap di Kota Pekalongan terus ditingkatkan. Hal tersebut mengingat persaingan yang kedepan akan semakin berat.

Dalam kegiatan yang digelar di ruang Amarta Setda Pekalongan itu, juga dilakukan pengumuman pemenang Atlet Of The Year 2013. agenda yang diprakarsai oleh KONI Kota Pekalongan tersebut, memang sudah berlangsung selama dua bulan terakhir dan telah melalui berbagai proses. Dari hasil penilaian yang dilakukan, terpilihlan 10 atlet yang mendapatkan predikat Atlet Of The Year dan satu atlet favorite hasil dari poling sms yang digelar di harian Radar Pekalongan. “Untuk menjaring nama atlet ini, kami berkoordinasi dengan masing – masing cabor guna mengajukan nama atlet berprestasi yang dimilikinya. Setelah itu, kami adakan penjurian dan hasilnya kami pilih kembali menjadi tiga besar terbaik,” jelas Ketua KONI setempat, Risca Mangkula.

Dikatakan Risca, digelarnya kegiatan tersebut sebagai upaya untuk memotivasi atlet agar terus berprestasi dan berjuang demi majunya olahraga di Kota Pekalongan. “Event seperti ini akan kami gelar juga tahun depan dengan komposisi atlet yang tentunya berbeda sehingga lebih fair,” imbuhnya lagi. Ke 20 atlet yang masuk nominasi Atlet Of The Year 2013, mendapatkan plakat dan marchandise dari KONI sebagai penghargaan telah berprestasi bagi Kota Pekalongan. (*)

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 18-02-2013)

 

Tidak ada komentar: