Selasa, 19 Maret 2013

Akibat Lonjakan Harga Bawang Putih

Perajin Kerupuk Terancam Gulung Tikar 

PEKALONGAN – Perajin kerupuk di sentra industri kecil pembuatan kerupuk di Kelurahan Sokorejo, Kecamatan Pekalongan Timur terancam gulung tikar akibat melambungnya harga bawang putih sejak beberapa pekan terakhir. Amat Fandi, salah seorang perajin kerupuk di RT 01 RW 06 Kelurahan Sokorejo, mengatakan, harga bawang putih yang tinggi telah memukul usaha pembuatan kerupuk yang ditekuninya. Menurut dia, sejak harga bawang putih naik dari Rp 24.000 per kilogram menjadi Rp 60.000 perkilogram, omzet usahanya turun drastis.

Beberapa waktu lalu, harga minyak goreng naik. Saat ini harga bawang putih juga naik. Kenaikan harga bawang putih tak terkira, dan dampaknya, penghasilan kami berkurang,” terang Amat, kemarin. Dengan kenaikan harga tersebut, imbuh dia, seharusnya harga kerupuk yang diproduksinya naik. Namun ia tetap menjual kerupuk dengan harga lama (sebelum harga kerupuk naik) yakni Rp 100 per biji, meski berdampak pada penurunan omzetnya.




Menurut dia, hal itu terpaksa ditempuh demi kelangsungan roda usaha yang ditekuninya selama 15 tahun. Amat mengaku tidak berani menaikkan harga kerupuk karena khawatir ditinggalkan pelanggannya. “Saya tidak bisa menaikkan harga, takut jika pelanggan mengeluh. Terapksa harga jualnya tetap sama walaupun biayan prosuksi naik. Saya memilik bertahan. Yang terpenting, usaha terus berjalan meskipun keuntungan sangat tipis,” papar Amat.

Ukuran Diperkecil
Dalam kondisi seperti itu, ia tidak mengurangi kadar bawang putih dalm adnonan kerupuk yang dibuatnya. Hal itu dilakukan untuk menjaga cita rasa kerupuk produksinya setiap hari ia memerlukan selalu kologram bawang putih. Untuk menyiasati harga bawang yang tinggi, ia hanya memperkecil ukuran kerupuk. Amat berharap harga bawang putih kembali normal. Jika harga bawang putih terus melambung, rodak usaha pembuatan kerupuk akan gulung tikar.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kota Pekalongan, di sentra industri kecil kerupuk di Kelurahan Sokorejo, terdapat 27 unit usaha pembuatan kerupuk. Sebanyak 27 unit usaha pembuatan kerupuk tersebut, menyerap tenaga kerja sebanyak 57 orang, dengan produksi 18.700.000 biji kerupuk per tahun. Terkait harga bawang putih yang mahal, Walikota M Basyir Ahmad meminta kepada pedagang yang memiliki stok bawang putih untuk segera mengeluarkan dan menjualnya. (K30-74)

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 18-03-2013)

 

Tidak ada komentar: