Jumat, 22 Maret 2013

Hidup dalam lingkaran air

Drainase Buruk, Empat Bulan Pasirsari Tergenang 

PEKALONGAN – Sepanjang empat bulan terakhir, permukiman warga di Kelurahan Pasirsari, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan tergenang dengan ketinggian air mencapai 10-40 centimeter. Kondisi drainase yang buruk di daerah tersebut mengakibatkan air meluber dan masuk ke rumah – rumah warga hingga berbulan – bulan. Sejak awal musim hujan, banjir di daerah ini tidak kunjung surut. Selain rob dan hujan, air selokan yang seharusnya mengalir ke muara, justru meluber dan menggenangi rumah warga di sepanjang saluran drainase.

Kondisi terparah di RW 06, terutama di RT 04 dan 05. Sejak empat bulan terakhir air menggenangi rumah warga dengan ketinggian air di dalam rumah sekitar 10 centimeter. Sedangkan dihalaman antara 20-30 centimeter,” ujar salah seorang warga, Turah (35), saat ditemui di rumahnya, kemarin. Warga RT 04/06 tersebut mengaku, sejak awal musim hujan kakinya setiap hari berkecimpung dengan air selokan yang meluber dan menggenangi rumahnya. Ratusan warga yang rumahnya terendam air hingga berbulan – bulan tersebut hanya pasrah, karena air drainase terus meluber.

 ilustrasi

Kami tidak dapat menguras air yang masuk rumah, karena posisi permukaan halaman dan lantai rumah sama dengan selokan di depan rumah saya, kondisi rumah warga semakin hari kian parah. Bahkan lantai dan tembok rumah menjadi berlumut akibat genangan air yang berbulan – bulan. Jika saluran drainase yang ada di sisi barat kelurahantersebut dibangun senderan, maka air selokan tidak lagi meluber dan menggenangi permukiman warga. “kami hanya berharap pemerintah setempat membangun senderan di sisi kanan dan kiri saluran drainase agar air tidak meluber,” terangnya.

Kondisi serupa dialami Alim (50), warga RT 05/06, Rumahnya tergenang air limpasan Sungai Bremi di sebelah timur dan luapan air dari saluran drainase mengakibatkan tempat tinggalnya dan ratusan rumah warga lainnya tergenang banjir. “Saat melintasi jalan di wilayah tersebut harus ekstrahati-hati karena permukaan jalan sangat licin. Kondisi halaman rumah warga seperti rawa – rawa akibat bajir yang tidak pernah surut,” bebernya.

Janjikan Senderan
Beberapa tahun lalu, kata dia, pemerintah kota setempat sudah menjanjikan pembangunan senderan di sepanjang saluran drainase yang melintas di Kelurahan Pasirsari menuju muara, tapi hingga sekarang rencana tersebut belum terlaksana. “Kami sudah capek meminta dan mengajukan bantuan pembangunan senderan drainase. Sebab sudah beberapa kali tetap tidak ada tanggapan, sehingga kondisi daerah ini terkesan kumuh dan tidak terawat,” tandasnya. (mni/06)

(SUMBER : HARIAN PEKALONGAN, 21-03-2013)

 

 

Tidak ada komentar: